Sejarah comeback luar biasa Liga Champions

12-chelsea

Barcelona vs Chelsea, 1999-00, perempat final

Chelsea berhasil mencatatkan beberapa comeback leg kedua yang bersejarah di Eropa, tetapi di tahap perempat final 1999-00, mereka mendapatkan akhir dari keberuntungan mereka.

Pada 5 April 2000, the Blues sebelum datangnya Abramovich berhasil unggul 3-0 atas raksasa Eropa Barcleona di Stamford Bridge sebelum Luis Figo mencuri satu gol hiburan bagi tim tamu.

Chelsea hanya perlu mempertahankan keunggulan dua gol mereka di Camp Nou dua minggu kemudian, dan Tore Andre Flo berhasil menjaringkan satu gol, tetapi gol-gol dari Dani Garcia, Rivaldo dan Luis Figo membawa pertandingan ke babak ekstra time.

Di babak terakhir tersebut, Rivaldo dan Patrick Kluivert mencetak gol untuk memberikan kemenangan 5-1 hari itu dan kemenangan 6-4 secara agregat.

12-barca-milan

Barcelona vs Milan, 2012-13, babak 16 besar

Gol dari Kevin Prince Boateng dan Sulley Muntari memberi keunggulan 2-0 bagi Milan atas Barcelona dalam pertemuan babak 16 besar mereka di musim 2012-13.

The Rossoneri berkunjung ke Camp Nou aman mengetahui bahwa tidak ada tim yang berhasil mengatasi defisit dua gol di leg pertama tanpa keuntungan satu gol tandang. Tetapi lagi-lagi, tidak ada tim yang bisa menghentikan Leo Messi dalam hal penampilan yang memungkinkan Blaugrana menyamakan agregat tersebut saat turun minum di leg kedua.

Gol tambahan dari Jordi Alba dan David Villa memberikan kemenangan 4-0 bagi Barca dan keyakinan jika mereka bisa pergi kemana pun mereka mau. Tetapi mereka dengan cepat dihabisi ketika Bayern Munich mengalahkan mereka 7-0 dalam agregat di semi final.

Champs League SF Gary Neville

Juventus vs Manchester United, 1998-99, semi final

Manchester United menorehkan comeback bersejarah dalam sejarah Liga Eropa dengan kemenangan final Liga Champions di detik-detik akhir tahun 1999, tetapi Setan Merah juga harus mengatasi defisit yang mereka hadapi di semi final.

United kewalahan di leg pertama di Old Trafford ketika Ryan Giggs mencatat gol penyama kedudukan di menit 93 untuk membatalkan gol pembuka Antonio Conte.

Si Nyonya Tua digdaya dalam pembukaan leg kedua, berhasil unggul 2-0 di 11 menit pertama berkat dua gol Pippo Inzaghi.

Sir Alex mendapati timnya tertinggal 3-1 di agregat dan perlu mencetak tiga gol untuk bisa tetap dalam kompetisi. Dan itulah yang persis terjadi, ketika Roy Keane dan Dwight Yorke menyamakan kedudukan sebelum Andy Cole mengantarkan United ke final dengan gol penentu dramatis di menit 84.

Share Button

Talenta Yang Bersinar di Ajang UEFA Junior

7-gianluca

Gianluca Gaudino, Bayern Munich

Satu-satunya hal yang kurang menguntungkan bagi Gianluca Gaudino saat ini adalah kurangnya kekuatan; baru saja berusia 18 tahun, dia harus bergabung dengan pemain-pemain yang dua kali ukuran tubuhnya ketika dia harus bermain di tim senior.

Hobinya untuk mengirim umpan panjang, memotong lini pertahanan lawan, sama dengan skill dari Gedion Zelalem, bakat muda lainnya. Tetapi terkadang dia memaksakannya dan kehilangan penguasaan bola ketika pilihan yang lebih sederhana ada.

Ketika dia bermain untuk tim utama Bayern, dia dipercaya dengan bola-bola di aera dalam – tanda dari penghargaan yang serius karena kemampuannya dan tingkat penghormatan dadri pemain senior lainnya. Dia bisa terus berkembang ke arah tingkat tertinggi dan menjadi penguasa bola di area tengah.

7-jeremie-boga

Jeremie Boga, Chelsea

Jeremie Boga bertubuh gempal, cukup dekat ke tanah dan punya tampang yang sedikit lucu dari fisiknya. Tetapi di luar itu semua, dia tampak bergerak dengan kecepatan cahaya saat menyerang.

Dia punya kemampuan mengolah dan mendribble bola yang tidak bisa anda ajarkan, dan kemampuannya untuk menusuk ruang kosok setelah sentuhan pertamanya untuk membawa bola melewati penjagaan dari tengah lapangan sangatlah mencengangkan. Bermain dari belakang penyerang atau di sisi lapangan, dia seorang ancaman yang berbahaya.

Boga seorang pengancam gol, seorang pencipta serangan, tetapi lebih dari segalanya, dia pembawa malapetaka. Dia merobek struktur pertahanan dengan sangat mudah.

7-dan-crowley

Dan Crowley, Arsenal

Sebelum musim Liga UEFA Junior, Dan Crowley tidak lebih dari sekedar bisikan harapan yang muncul dari akademi Arsenal. Tetapi sekarang, dengan satu musim menghadapi rekan di Eropa, kita bisa memastikan jika dia bintang sesungguhnya.

Diambil dari akademi Aston Villa setelah jadi kapten Inggris di beberapa kelompok usia, Crowley seorang pengendali yang tenang yang mendominasi lini tengah dan mendikte permainan. Dia suka mencetak gol, melakukan assist, memberikan umpan dan menghadang permainan dengan kemampuannya.

Dia juga spesialis tendangan bebas dan seorang pemimpin di usianya. Pada dasarnya, dia seorang talenta muda yang sangat, sangat baik dan lengkap.

Share Button

3 Pemain Muda Berpotensi di Eropa

7-joao-carvalho

Joao Carvalho, Benfica

Joao Carvalho seorang pemain tengah yang memiliki skil, atletik dan pengendali yang luar biasa yang bisa mendobrak ruang kosong dengan baik. Perannya di jantung lini tengah Benfica tidak bisa diremehkan, dan dia selalu jadi pilihan utama bagi formasi tim nasional Portugal junior juga.

Dia punya kecepatan yang fantastis, mengubah arah untuk menghindari hadangan dan melayangkan kakinya dengan sangat cepat, sementara dia juga terus menjaga umpannya tetap sederhana (dan karenanya efisien) meski mungkin dia selalu tergoda untuk melakukan sesuatu yang berlebihan.

Dia merupakan talenta pemain tengah lainnya yang menarik dan menjanjikan yang bisa ditunggu oleh Portugal.

7-aina

Ola Aina, Chelsea

Banyak yang telah dikatakan tentang potensi dari bek tengah Chelsea Jay Dasilva selama lebih dari dua tahun ke belakang, tetapi Ola Aina muncul di sisi lainnya dan memberikan dua bek tengah utama untuk disanjung oleh para fans klub.

Bermain di bek kiri atau bek kanan, tergantung dari kebutuhan tim, Aina seorang pelari yang kuat dan agresif yang bisa membombardir ke depan dari belakang dan mendobrak dari lini tengah. Dia memiliki fisik yang besar dan kecepatan pemulihan yang luar biasa – sebuah poin plus yang besar ketika mempertimbangkan masa depan profesionalnya – dan bekerja keras di depan dan di belakang.

Memang masih ada kekurangan dalam pertandingannya – sudah seharusnya – tetapi di mana banyak bek tengah di level ini terlihat terjebak di posisi sayap, Aina merupakan pilihan yang sempurna.

7-denys

Denys Arendaruk, Shakhtar Donetsk

Pelatih meninggalkan Denys Arendaruk di bangku cadangan untuk pertandingan semi final Shakhtar Donetsk menghadapi Anderlecht, karena dia memilih memainkan Oleksandr Hlahola. Dia kemudian membayar kesalahan tersebut dengan melakukan pergantian dan melihat Arendaruk membuat perubahan besar dan mencetak gol untuk memberi keunggulan kepada tim asal Rusia ini.

Dia seorang pemain sayap langsung, dan positif yang bisa mengirimkan umpan bagus – jenis pemain sepak bola seperti pemain Manchester United Antonia Valencia di 2010. Arendaruk tidak berlebihan dan menjaga sisi lapangan tetap baik ketika the Waxtap melaju bersama dia.

Penyerang setimnya Andriy Boryachuk, tampak menikmati bermain bersamanya.

Share Button

Jumlah Orang Terbanyak Yang Mendrible Bola

7-dribble-terbanyak

New York, Amerika Serikat – Sebanyak 2.149 orang mendrible bola secara bersamaan untuk mengikuti alunan irama lagu tema America SCORES, “I Believe in Me,” yang menampilkan pemuda dari SCORES St. Louis, mencatatkan sebuah rekor dunia baru untuk jumlah orang terbanyak yang mendrible bola dalam satu waktu, dalam sebuah acara yang dikelola oleh America SCORES, sebuah organisasi nir laba yang berdedikasi membawa sepak bola dan puisi kepada pemuda di pedalaman kota, menurut World Record Academy.

Acara ini diselenggarakan oleh sebuah lembaga nirlaba America SCORES St. Louis, sebuah program yang menggunakan sepak bola, puisi dan pembelajaran layanan untuk membantu para pemuda di perkotaan.

Rekor dunia GUinnes dipecahkan oleh sebanyak 2.149 orang yang mendrible bola di kota-kota di seluruh AS, mengalahkan rekor dunia Guinness sebelumnya dengan sebanyak 2.068 orang.

America SCORES St. Louis menggunakan pendekatan yang unik untuk melibatkan para pelajar, memungkinkan mereka menjadi tuan dari takdir mereka sendiri.

Dengan bekerja sama dengan sekolah-sekolah negeri di perkotaan dan guru olah raga untuk menjadi seorang guru puisi dan sepak bola yang efektif, America SCORES berharap untuk melatih siswa dengan tulisan dan kepemimpinan yang kreatif. Selain itu, siswa juga akan berpartisipasi dalam proyek-proyek layanan komunitas sepanjang tahun.

Para pemuda akan membuat puisi asli dan menampilkannya di gelaran tahunan puisi SLAM.

Guinness World Records juga mengakui rekor dunia untuk jumlah operan sepak bola secara bersamaan terbanyak dengan jumlah 557, dicatat oleh anggota McDonald’s youth Football Scheme, Tsing Yi, Hong Kong, Cina.

Guinness World records juga mengakui rekor dunia untuk gol terbanyak yang dicetak oleh seorang pemain dalam satu kompetisi setingkat klub sepak bola Eropa (dalam satu musim) sebanyak 17 gol yang dicetak oleh Radamel Falcao (Kolumbia) saat bermain untuk FC Porto di ajang Liga Eropa UEFA 2011. Atas sumbangsih signifikan Falcao, Porto memenangkan gelar itu, kedua kalinya dalam kompetisi yang sama.

 

 

 

 

Share Button